Di Desa Buttu Batu, kegiatan penjemuran jagung menjadi salah satu aktivitas penting masyarakat setelah masa panen. Jagung yang telah dipetik dari kebun terlebih dahulu dikumpulkan, kemudian dipabrik lalu dijemur di halaman rumah atau lapangan yang luas agar terkena sinar matahari secara merata. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air pada jagung sehingga dapat disimpan lebih lama dan kualitasnya tetap terjaga.
Penjemuran dilakukan secara gotong royong, di mana warga saling membantu menata jagung di atas terpal atau tikar. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika para petani saling bertukar cerita sambil menjaga jagung dari hujan maupun gangguan hewan. Jagung yang telah kering sempurna nantinya akan digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak, maupun dijual ke pasar sebagai salah satu sumber penghasilan masyarakat.
Tradisi penjemuran jagung di Desa Buttu Batu bukan hanya sekadar proses pasca panen, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam mengelola hasil pertanian. Dengan cara sederhana namun efektif, masyarakat mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga desa.